Kamis, 30 Desember 2010

Inilah 6 Rahasia Agar Hubungan Selalu Awet

BANYAK faktor yang bisa membuat sebuah hubungan cinta bertahan lama. Berikut adalah enam rahasia untuk membuat hubungan asmara awet.

Hubungan percintaan biasanya selalu mengalami kondisi yang berubah selama bertahun-tahun. Menyadari bagaimana orangtua kita bisa bertahan mencintai pasangannya masing-masing selama puluhan tahun, tentu membuat Anda bertanya-tanya bagaimana bisa melaluinya? Berikut adalah beberapa tip yang dinukil dari Times of India:

1. Selalu jujur
Ini merupakan kebutuhan dasar untuk hubungan apapun untuk bertahan dalam kisah asmaranya. Anda hanya harus percaya kepada pasangan dan biarkan dia yakin bahwa mereka dapat memercayai Anda.

2. Terima pasangan apa adanya
Tidak ada seorang pun yang sempurna. Beberapa dari kita ceroboh. Beberapa dari kita sering terlambat, beberapa terlalu obsesif kompulsif tentang banyak hal. Anda hanya harus menerima orang dengan apa adanya.

3. Bila Anda salah, akuilah
Menegaskan bahwa Anda selalu benar adalah perbuatan yang sama sekali tidak benar. Cukup berani untuk mengakui bahwa Anda tidak selamanya benar, merupakan cara terbaik membuat hubungan senantiasa awet.

4. Bicara tentang masalah Anda dengan pasangan
Duduklah dengan pasangan dan berbicara empat mata tentang apa saja yang mengganggu Anda. Hal ini akan memperkuat hubungan dan membuat Anda melalui suka dan duka bersamanya.

5. Jadilah mandiri
Tentu saja Anda mencintai pasangan. Namun sebaiknya Anda tidak selalu mengandalkan pasangan untuk menghadapi segala hal.

6. Jangan sembarang bicara
Kendati tengah berargumen, namun pilihlah kata-kata yang bijak. Ini berlaku untuk setiap hubungan. Setiap perkataan dapat melukai orang, dan Anda harus berhati-hati ketika tengah berdebat dengannya.

Ini Dia Ciri-ciri Pria Playboy

Pasti setiap wanita ingin mengetahui ciri-ciri cowok playboy dan tanda Cowok Playboy.

1. Wajah cukup meyakinkan.
Sedikit sekali ada cowok playboy dengan tampang pas pasan apalagi minus di bawah rata-rata. Kebanyakan dari mereka memiliki tampang yang meyakinkan bahkan masuk kategori ganteng. Memang itulah syarat utama menjadi cowok playboy. Tapi tentu tidak semua cowok ganteng itu playboy.

2. Ada banyak kenalan cewek
Kenal dengan banyak cewek adalah hal biasa bagi cowok sejenis ini. Secara, hobinya emang gonta ganti cewek kan? Bermain-main dengan cewek. Dia punya koleksi cewek yang segudang jumlahnya. Hati-hati kalau dengan cowok seperti ini.

3. Jago dalam merayu cewek
Barangkali kemampuan alami sang cowok playboy. So, buat para cewek hati-hati terhadap Ciri ciri cowok yang pinter bikin cewek-cewek kelenger dan semaput dengan segala jurus rayuan gombalnya. Pastinya dia melakukan hal yang sama kepada setiap cewek. bukan kamu saja. Jangan sampai terjebak dengan semua rayuannya.

4. Bekas pacar ada di mana-mana
Salah satu ciri cowok playboy ialah sering gonta ganti cewek. Makanya, nggak heran kalau mereka punya banyak mantan pacar. Bayangin kala dia sebulan dua kali ganti pacar, berarti dalam satu tahun dia punya 24 mantan pacar. Bagaimana kalau 10 tahun dia berpetualang sebagai cowok playboy? 240 mantan pacarnya, hahaha….. Fantastis..!

5. Menyembunyikan cerita cinta masa lalunya.
Tentu saja si cowok jarang sekali bercerita tentang kisah cintanya ke cewek lain. Terutama sama calon korbannya. Satu hal bodoh kalau dia harus bercerita tentang 24 mantan pacar dalam setahun. Kalau pun dia bercerita, biasanya hanya rekayasa untuk meraih simpati si cewek.

6. Cukup dikenal dengan sebutan "Playboy"
Sehebat apa pun seorang palyboy menyembunyikan jati dirinya, tetap saja semua orang tahu bahwa dia seperti itu. Semua orang mengenal dia sebagai seorang playboy yang suka gonta ganti pacar. Jadi, hati hati kalau kamu menemukan cowok yang dicap sebagai cowok playboy oleh lingkungannnya. Bisa jadi itu adalah benar adanya. Kamu jangan menutup mata. Kebanyakan cewek yang terjebak, karena dia terlalu terpesona, dan akhirnya menutup mata dan telinga dari lingkungannya. Setelah tahu yang sebenarnya baru deh, nyesel

7. Gampang mengungkapkan kata "Cinta"
Cowok cowok playboy sangat mudah untuk mengumbar kata kata "i love u" Hati hati kalau kamu menemukan dengan ciri ciri seperti ini. Bisa jadi dia seorang playboy.

Inilah 30 Hal Ampuh Membuat Wanita Bahagia

30 hal Ampuh membuat Cewek bahagia. Untuk menaklukkan cewek, memang terbilang susah-susah gampang. Tapi bila sudah dapat caranya, si cewek akan takut kehilangan Anda.

1. Don't hug her friends or your friends that are girls cause she'll feel left out.
Jangan memeluk temannya atau temanmu dimana hal itu bisa membuatnya merasa ditinggalkan.

2. Hold her hand at any moment . . . even if it's just for a second.
Pegang tangannya pada setiap kesempatan... meskipun hanya sedetik saja.

3. Hug her from behind.
Peluk dia dari belakang.

4. Leave her voice messages to wake up.
Tinggalkan pesan suara untuk dia untuk membangunkan dia dari tidurnya.

5. Wrestle with her.
Bergulat dengan dia.

6. Don't go hang out with your ex when shes not with you, you might not realize how badly it hurts her.
Jangan pergi jalan-jalan dengan mantanmu jika dia sedang tidak bersama kamu, kamu mungkin tidak mengetahui betapa menyakitkannya hal itu bagi dia.

7. If you're talking to another girl, when you're done talking, walk over and hug her and kiss her.... let her know she's yours and they aren't.
Jika kamu sedang berbicara dengan seorang Cewe, setelah kamu selesai berbicara, berjalanlah dan peluklah dia serta ciumlah dia... Tunjukkan pada dia bahwa dia milikmu dan mereka bukan apa-apa.

8. Write her notes or call her just to say "hi"..and not just at night after you've already been out with other girls.
Tuliskan dia sebuah catatan atau telepon dia hanya untuk sekedar menyapanya... dan tidak hanya pada saat malam hari setelah kamu bepergian dengan Cewe-Cewe lain.

9. Introduce her to your friends . . . as your girlfriend.
Perkenalkan dia pada teman-temanmu... sebagai kekasihmu.

10. Play with her hair.
Bermain dengan rambutnya.

11. Pick her up.
Gendong dia.

12. Get upset if another guy touches her and she doesn't like it.
Merasa kesal apabila ada Cowo lain memegang-megang dia dan dia tidak menyukainya.

13. Make her laugh, if you can make her laugh, you can make her do anything.
Buat dia tertawa, jika kamu bisa membuat dia tertawa. kamu bisa membuat dia melakukan apa saja.

14. Let her fall asleep in your arms.
Biarkan dia tertidur lelap di dalam pelukanmu.

15. If she's mad at you, kiss her.
Jika dia marah padamu, cium dia.

16. If you care about her, then tell her.
Jika kamu perhatian pada dia, katakan.

17. Every guy should give their girl 3 things: a stuffed animal(she'll hug it every time she goes to sleep), jewelry (she'll treasure it forever), and one of his t-shirts (she'll most likely wear it to bed).
Setiap Cowo harus memberikan Cewe mereka 3 benda: boneka binatang (dia akan membawanya dan memeluknya setiap kali dia akan tidur), perhiasan (dia akan menyimpannya dengan baik-baik untuk selamanya), dan baju yang dimiliki sang Cowo (dia akan memakainya ketika tidur).

18. Treat her the same around your friends as you do when you're alone.
Perlakukanlah dia sebagaimana biasanya, meskipun sedang berkumpul dengan teman-teman.

19. Look her in the eyes and smile.
Tataplah kedua matanya dan tersenyumlah pada dia.

20. Hang out with her on weekends.
Pergi jalan-jalan dengan dia tiap akhir pekan.

21. Kiss her in the rain.
Cium dia di bawah guyuran hujan.

22. If your listening to music, let her listen too.
Jika kamu sedang mendengarkan musik, biarkan dia ikut mendengarnya bersama kamu.

23. Remember her birthday and get her something, even if it's simple and inexpensive, it came from YOU. it means all the world to HER. it's the thought that counts.
Ingat hari ulang tahunnya dan belikan dia sesuatu, meskipun itu sederhana dan tidak mahal, itu adalah pemberian dari KAMU. Itu berarti segalanya bagi DIA.

24. When she gives you a present on your birthday, or just whenever, take it and tell her you love it, even if you don't (it'll make her happy.)
Ketika dia memberikan hadiah pada hari ulang tahunmu, atau pada saat-saat tertentu, ambillah dan katakan pada dia bahwa kamu menyukainya, meskipun sebenarnya tidak (hal itu akan membuatnya senang).

25. Girl don't necessarily have to have hour-long conversations every night, but it's nice for them to hear your voice even for a quick hello.
Cewe tidak butuh pembicaraan lewat telepon yang panjang dan berjam-jam tiap malam, yang terpenting adalah bisa mendengar suara kamu meskipun hanya sekedar sapaan atau 'halo?'.

26. Give her what she wants
Berikan dia apa yang dia mau.

27. Recognize the small things . . . they usually mean the most.
Hargai setiap hal kecil... itu biasanya berarti besar.

28. Tell her she's beautiful, she needs to know her striving is working.
Katakan pada dia bahwa dia cantik atau menarik, dia perlu tahu bahwa dandanannya tidak sia-sia.

29. Hang out with her whenever you are free and u should be free to hang with your girlfriend all the time.
Pergi jalan-jalan bersama dia setiap kali kamu nganggur dan kamu harus siap mengajak kekasihmu jalan-jalan kapan saja.

30. If u care about her...SHOW it!
Jika kamu perhatian pada dia... TUNJUKKAN!

Jumat, 24 Desember 2010

9 Tips Menghilangkan Jerawat

Wajah adalah pesona setiap insan, baik itu pria atau wanita. Hal yang pertama kali diperhatikan jika kita bertemu seseorang adalah wajah. oleh karena itu kita wajib menjaga kebersihan wajah kita. Jika di wajah kita muncul yang namanya jerawat, pasti akan mengganggu sekali terhadap penampilan kita…khususnya bagi wanita yang selalu peduli akan kecantikan.

Jerawat akan lebih menyiksa lagi karena sering muncul pada masa pubertas yang katanya sebagian besar orang adalah masa yang paling indah, masa2 pacaran. bagaimana kita bisa punya pacar jika wajah kita merupakan sarang jerawat? Pasti sulit sekali bukan? Berikut ini tips yang akan membuat jerawat anda hilang dan tidak akan mengganggu penmpilan anda lagi :

1. Mencuci wajah 2 kali sehari
Mencuci wajah 2 kali sehari akan membantu menghilangkan minyak di permukaan kulit kita. Jika kita jarang membersihkannya, maka bakteri penyebab jerawat akan hidup subur di wajah kita. Namun ingat..jangan mencuci wajah apalagi menggosok wajah secara berlebihan karena malah akan meningkatkan produksi minyak sobaceous yang dapat menyebabkan masalah kulit pada wajah. Cucilah wajah 2 kali sehari dengan menggunakan sabun yang lembut.

2. Sesuaikan kosmetik dengan jenis kulit anda
Jika kulit anda berminyak maka gunakanlah kosmetik untuk kulit berminyak, jika kosmetik yang anda gunakan tidak sesuai dengan jenis kulit anda..jerawat akan segera mendatangi kulit wajah anda. Jadi berhati-hatilah dalam memilih kosmetik.

3. sebisa mungkin hindari kosmetik yang berminyak.
secara alami wajah kita akan menmproduksi minyak, bahkan kulit kering sekalipun. Jadi sebisa mungkin hindarilah hindarilah menggunakan kosmetik yang berlebihan karena minyak dan debu akan menjadi media bakteri penyebab jerawat untuk bermukim di wajah kita.

4. Keringkan wajah kita dengan handuk yang bersih setelah cuci muka atau mandi, karena bakteri juga menyukai tempat yang lembab dan hangat.


5. Minum air putih
Hampir 70% kulit kita terdiri dari air, dengan minum air minimal 2 liter sehari, maka kulit kita akan selalu fit dan sehat.

6. gunakan pelembab kulit
Menggunakan pelembab akan membantu menyehatkan kulit kita, terutama dari kulit kering dan pecah2. Namun pelembab disini bukan berarti pelembab yang berminyak..sekarang sudah banyak produk kosmetik yang berbahan dasar air.

7. selalu pastikan kulit anda bersih sebelum tidur.
Selalu cuci muka anda sebelum tidur agar kulit beregenerasi dengan baik.

8. Sering-seringlah makan sayur dan buah.
sayur2an mengandung banyak vitamin yang menyehatkan kulit kita. Perbanyaklah makan sayur atau buah, terutama yang mengandung vitamin E. Dengan kulit yang sehat, maka jerawat akan sukar untuk tumbuh dan berkembang.

9. Tidur yang cukup dan teratur.
Kulit juga sama seperti kita, butuh istirahat. Jadi biasakanlah untuk tidur yang cukup dan teratur. Karena saat kita tidur, kulit akan beregenerasi dan membuang racun2 yang berbahaya sehingga saat kita bangun keesokan harinya kulit kita akan kebali segar.

Teori Belajar dan Pembelajaran

Teori belajar dan pembelajaran
Belajar adalah sebuah proses yang terjadi pada manusia dengan berpikir, merasa, dan bergerak untuk memahami setiap kenyataan yang diinginkannya untuk menghasilkan sebuah perilaku, pengetahuan, atau teknologi atau apapun yang berupa karya dan karsa manusia tersebut. Belajar berarti sebuah pembaharuan menuju pengembangan diri individu agar kehidupannya bisa lebih baik dari sebelumnya. Kegiatan dari proses belajar itu dinamakan pembelajaran. Supaya kegiatan belajar dan pembelajaran itu dapat terealisasi sesuai dengan tujuan yang dikehendaki maka diperlukan suatu pengetahuan yang harus dimiliki oleh calon-calon para pendidik, yaitu pemgetahuan mengenai teori-teori pembelajaran. Berikut ini akan dibahas mengenai teori -teori balajar dan pembelajaran:
1. Teori Behavioristik
Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek - aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik.
Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.Menurut teori ini yang terpenting adalah masuk atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respon dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak bisa diamati. Faktor lain yang juga dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement) penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu juga bila penguatan dikurangi (negative reinforcement) responpun akan tetap dikuatkan.
2. Teori Belajar Kognitif
Psikologi kognitif dianggap sebagai perpaduan antara Psikologi Gestalt dan psikologi behaviorisme. Menurut teori kognitif belajar adalah suatu proses perubahan persepsi dan pemahaman, yang tidak selalu berbentuk tingkah lakuyang dapat diukur dan diamati. Dalam teori ini lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasionalyang dimiliki oleh orang lain. Teori ini tentunya sangat berbeda dengan teori behavioristik, yang lebih menekankan pada aspek kemampuan perilaku yang diwujudkan dengan cara kemampuan merespon terhadap stimulus yang datang kepada dirinya.
Teori kognitif memandang bahwa proses belajar akan dapat nerjalan dengan baik jika materi pelajaran atau informasi baru dapat beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh seseorang. Dengan kata lain teori belajar kognitif mengemukakan bahwa belajar merupakan proses dimana seorang manusia yang memiliki otak dengan dilengkapi akal pikirannya dapat memproses suatu pemahaman dan persepsi tentang suatu informasi. Secara umun teori belajar kognitif adalah suatu proses yang lebih menitikberatkan proses membangun ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan aspek-aspek intelektual lainnya. Oleh sebab itu belajar dapat dikatakan suatu proses berpikir yang kompleks dan komprehensisif. Sehingga sebagai seorang pendidik dalam menciptakan suatu pembelajaran harus memperhatikan aspek-aspek kognitif yang dimiliki oleh siswanya. Sehingga pembelajaran yang telah diterima oleh siswa dapat dicerna oleh alat-alat kognisi mereka. Informasipun diharapkan dapat tersimpan dengan baik di dalam memori anak dan dapat digunakan sebagai modal untuk menerima informasi selanjutnya.
3. Teori Belajar Sosial
Teori belajar sosial atau sering juga disebut teori observational learning adalah suatu teori belajar yang masih relative baru jika dibandingkan dengan teori-teori belajar yang lainnya. Pelopor atau tokoh dari pengembangan teori belajar ini adalah Albert Bandura. Berbeda dengan penganut behaviorisme lainnya, Bandura memandang perilaku individu tidak semata-mata reflex otomatis atas stimulus (S-R Bond), melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Prinsip dasar belajar menurut teori, bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar social dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Melalui pemberian reward dan punishment, seorang individu diharapkan akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang akan dilakukannya.
Jadi dalam kaitannya dengan pembelajaran seorang guru harus mampu mengadakan pendekatan “permodelan dan juga peniruan (imitation) agar pembelajaran yang disampaikannya lebih berkesan dan menarik untuk dipelajari oleh siswa. Sehingga seorang siswa dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan gurunya dengan baik. Dalam kegiatan pembelajaran seorang guru harus memberikan contoh-contoh yang baik kepada siswannya, sehingga mereka bisa meiru hal yang positif dari gurunya. Interaksi antar siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru harus selalu terjadi dan selalu meningkat karena dengan interaksi tersebut siswa diharapkan memiliki kemampuan untuk berkolaborasi (bersosial) dan untuk memutuska mana yang terbaik dan sesuai untuk dirinya sendiri.
4. Teori Belajar Humanisme
Teori belajar humanisme menjelaskan bahwa proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia (proses humanisasi). Oleh sebab itu teori humanisme lebih menekankan pada bagimana memahami persoalan manusia dari berbagai dimensi yang dimilikinya, baik dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Teori ini lebih banyak membahas mengenai konsep-konsep pendidikan untuk membentuk manusia yang dicita-citakan, serta tentang proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal.
Dengan kata lain, teori lebih tertarik kepada pengertian belajar dalam bentuknya paling ideal daripada pemahaman tentang proses belajar sebagaimana apa adanya, seperti yang selama ini dikaji oleh teori-teori belajar lainnya. Teori humanistik berpendapat bahwa teori belajar apapun sarana dan prasarana apapun dapat dimanfaatkan, asal tujuannya untuk memanusiakan manuasia yaitu mencapai kesempurnaan hidup bagi manusia dengan indikasi (a) kemampuan aktualisasi diri (b) kualitas pemahaman diri (c) kemampuan merealisasikan diri dalam kehidupan yang nyata. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran harus mampu menciptakan situasi dan kondisi yang menyebabkan manusia memiliki kebebasan untuk berfikir alternative dan kebebasan untuk menemukan konsep dan prinsip.
Konsekuensi yang mutlak yang perlu dimiliki oleh seorang pendidik dalam kontek teori humanistik ini adalah guru harus mampu memiliki sifat, karakter dan tampilan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Menurut Oliva F. Peter dalam buku Pendidik Profesional (dalam saekhan:2008) dinyatakan bahwa guru harus memiliki sifat sebagai berikut:
a. Guru harus berperan sebagai seorang kakek, yang lebih menekankan kemampuan menceritakan hubungan kekerabatan
b. Guru harus mampu berperan sebagai seorang nenek, yang lebih senang bercerita dan memberi nasehat kepada para cucunya.
c. Guru harus mampu berperan sebagai seorang bapak/atau ayah, yang lebih berperan sebagai sosok orang yag paling bertanggung jawab atas segala hal yang ada dalam rumah tangga. Guru juga harus menampilkan sosok pribadinya di mata murid adalah sosok manusia yang paling bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.
d. Guru harus mamou berperan sebagai seorang ibu, yang lebih menekankan kemampuan menampilkan sifat atau karakter membimbing, mengasuh dengan penuh kesabaran.
e. Guru harus mampu berperan sebagi seorang kakak, yang lebih menekankan sifat kemampuan melindungi. Guru juga harus mampu menamplikan sosok manusia yang melindungi para siswanya.y
f. Guru harus mampu berperan sebagai seorang kakak ipar, yang lebih cenderung menampilkan karakter tidak mau ikut campur dengan urusan orang lain. Guru dalam waktu tertentu tidak boleh selalu mengintervensi terhadap urusan siswa.
g. Guru harus mampu berperan sebagai sersan mayor yang lebih menampilkan sosok manusia yang memiliki kedisiplinan tinggi.
h. Guru harus mampu berperan sebagai seorang editor buku, yang lebih cenderung menampilkan sosok manusia yang mampu memberikan koreksi atau mengedit tentang berbagai ilmu pengetahuan atau informasi.
Dengan memiliki karakteristik di atas diharapkan seorang guru bisa menjadi sosok yang paling ideal menurut mereka. Sehingga dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa dapat benar-benar menghargai dan menghormati gurunya. Menurut teori ini seorang guru juga harus memiliki kemampuan untuk tetap memiliki sifat yang dapat memanusiakan manusia (manghargai siswa sebagai manusia). Dalam kegaiatan pembelajaran guru harus bisa mengaktualisasikan dirinya untuk kegiatan pembelajaran. Serta guru harus memiliki kemampuan untuk merealisasikan suatu mata pelajaran ke dalam kehidupan nyata peserta didik, sehingga peserta didik tidak merasa bahwa apa yang dipelajarinya hanyalah suatu keabstrakan belaka.
Tokoh-tokoh yang terkenal dalan teori ini antara lain Carl Rogers menyatakan bahwa setiap individu itu mempunyai cara belajar yang berbeda dengan individu yang lain, Kolb dengan pendapatnya yang terkenal mengenai “Belajar empat tahap”nya, Honey dan Mumford dengan pembagian tentang macam-macam siswa, Humbermas dengan Tiga macam tipe balajar, dan Bloom dan Krathwohl dengan taksonomi Bloomnya.
1. Teori belajar Piaget
Piaget adalah seorang tokoh pendidikan yang terkenal karena karya/teori tersohornya”Advance Organiser“dan teori “appersepsi” adalah seorang tokoh yang mampu mempengaruhi alam pikiran tokoh-tokoh pendidikan lain pada zamannya. Menurut Piaget, perkembangan kognitif seorang atau siswa adalah suatu proses yang bersifat genetik. Artinya proses belajar itu didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan system saraf. Oleh karena itu makin bertambahnya umur seseorang siswa mengakibatkan kompleksnya susunan sel-sel syaraf dan juga semakin meningkatkan kemampuannya khususnya dalam bidang intelektual (kognitif). Ketika seorang siswa berkembang dalam proses menuju kedewasaan diri, mereka pasti melakukan atau mengalami proses adaptasi biologis dengan lingkungannya sehingga terjadi proses perubahan-perubahan secara kualitatif maupun kuantitatif. Ada beberapa konsep dalam teori piaget dalam (M.SaekhanMuchtin:2008)
a) Intelegensi
Proses atau kemampuan untuk melakukan adaptasi terhadap lingkungan. Seorang yang memiliki intelegensi dari perspektif social adalah orang yang mampu melakukan adaptasi terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, Piaget menjelaskan bahwa kognitif seseorang akan dapat dibangun secara optimal jika memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
b) Organisasi
Dalam istilah ilmu manajemen, organisasi diartikan kemampuan untuk memberdayakan segala potensi untuk mencapai tujuan. Dalam teori Piaget organisasi dimaknai sebagai suatu proses untuk mengadakan sistematisasi, mengorganisasi berbagai elemen untuk mewujudkan sebuah teori atau pemahaman
c) Skema
Merupakan suatu format atau bentuk dalam realitas miniatur. Artinya kualitas kognitif akan mudah dibangun jika diawali dari proses secara bertahap terhadap suatu objek tertentu.
d) Asimilasi
Adalah suatu proses pengintegrasian konsep ke dalam pengalaman nyata. Asimilasi dapat dimaksudkan proses untuk menyesuaikan konsep dengan realitas di lapangan atau penyempurnaan persepsi terhadap obyek tertentu.
e) Akomodasi
Proses untuk menyempurnakan konsep atau persepsi setelah mencocokkan antara konsep dengan realitas lapangan. Akomodasi mampu melahirkan teori atau konsep baru (Paul Suparno dalam M.Saekhan:2007)
Hal di atas merupakan pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Dengan mengetahui dan mamahami hal-hal di atas diharapkan seorang guru mampu memehami siswanya dan mampu menggunakan teknik-teknik yang sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki siswanya. Sehingga ketercapaian tujuan dari pembelajaran dapat terwujud dengan sempurna.
Beberapa tahapan perkembangan kognitif anak antara lain:
1) Tahap sensori motor (Umur 0-2 tahun)
Tahap ini yang menonjol adalah kegiatan motorik dan persepsi yang sangat sederhana. Secar umum ciri dalam tahapan ini adalah:
a. Melakukan rangsangan melalui sinar dan suara yang datang ke dalam dirinya
b. Suka memperhatikan sesuatu, kemudian dijadikan idola secara verbalis (membabi buta)
c. Mendefinisikan sesuatu dengan memanipulasinya sesuai dengan persepsinya sendiri
d. Selalu ingin atau segala obyek sehingga memiliki kecenderungan untuk melakukan perubahan (merubah)
2) Tahap Praoperasional (Umur 2-7/8 tqhun)
Tahap ini lebih ditandai dengan penggunaan simbol atau bahasa tanda. Tahap ini juga dimulai berkembangnya konsep-konsep intuitif. Tahap ini memiliki dua macam tahapan yaitu: praoperasional (umur 2-4), tahap ini anak sudah mulai mampu menggunakan bahasa dalam mengembangkan konsep yang dimiliki meskipun konsep itu masih sederhana. Akibatnya, anak sering melakukan kesalahan dalam memahami objek yang dilihat. Tahap ini memiliki beberapa ciri khusus yaitu:
a. Self counternya sangat dominan
b. Mampu melakukan klasifikasi objek yang bersifat sederhana
c. Belum mampu memusatkan perhatian terhadap berbagai objek yang bervariasi atau berbeda-beda
d. Memiliki kemampuan untuk mengumpulkan benda atau barang menurut criteria yang benar serta memiliki kemampuan untuk menyusun benda-benda meskipun mereka belum mampu menjelaskan makna dari benda-benda tersebut
Tahap intuitif (umur 4-7 atau 8 tahun). Pada tahap ini anak mampu memperoleh pengetahuan atau informasi yang didasarkan terhadap kesan, makna, konsep yang bersifat abstrak. Tahap ini memiliki karakteristik sebagi berikut:
a. Memiliki kemampuan untuk membentuk kelas-kelas atau kategori dari sebuah objek
b. Memiliki kemampuan mengetahui hubungan secara logis terhadap hal-hal yang lebih kompleks
c. Memiliki kemampuan melakukan tindakan terhadap berbagai fenomena atau ide yang komlpeks
d. Memiliki kemampuan memperoleh prinsip-prinsip secara tepat dan benar
3) Tahap Operasional Konkret (Umur 7/8-11/12 tahun)
Tahap ini ditandai dengan adanya kemampuan menggunakan aturan-aturan yang sistematis, logis, dan empiris. Tahap ini adalah tahap melakukan transformasi informasi ke dalam dirinya sehingga tindakannya lebih efektif. Diharapkan dalam tahap ini tidak ada proses trial and error(coba-coba). Dalam tahap ini anak diasumsikan sudah dapat berfikir dengan menggunakan model “kemungkinan” dalam melakukan kegiatan tertentu. Anak dapat menggunakan atau mengaplikasikan hasil yang telah dicapai sebelumnya. Dengan kata lain dalam tahap operasional ini anak memilikim kemampuan untuk menyelesaikan atau menangani suatu system klsifikasi.
4) Tahap Operasional Formal (Umur 11/12-18 tahun )
Tahap ini ditandai dengan adanya kemampuan anak dalam berpikir abstrak dan logis, serta memiliki kemampuan menggunakan pola berpikir abstrak dan logis serta memiliki kemampuan menggunakan pola berpikir “kemungkinan” mampu berpikir ilmiah dengan pendekatan hipothetico-deductive dan inductive. Tahap ini memiliki ciri khusus sebagai berikut:
a. Memiliki kemampuan bekerja secara efektif, sistematis, logis dan realistis.
b. Mampu melakukan analisis secara kombinasi
c. Mampu berpikir secara proporsional, yakni menentukan macam-macam proporsional mengenai C1,C2 dan r misalnya.
d. Mampu menarik generalisasi secara mendasar terhadap suatu objek.
Proses dan realitas pembelajaran anak pada tahap sensorimotor, memiliki perbedaan dengan proses belajar yang dialami oleh seorang anak pada tahap praoperasional, juga berbeda pula dengan para siswa yang telah ada pada tahap operasional formal. Artinya tahap perkembangan itu akan berjalan secara linier atau relevan dengan kualitas berpikir, makin tinggi tahap perkembangan kognitif membawa implikasi terhadap teraturnya dan semakin abstraknya cara berpikir yang dilakukan oleh seorang anak. Oleh karena itu konsekuensi bagi para pendidik adalah bahwa mereka harus benar-benar memahami tahap-tahap perkembangan peserta didik, sehingga dalam merancang kegiatan pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi efektif dan efisien serta berkesan bagi anak.
2. Teori belajar Vygotsky
Vygotsky adalah salah satu tokoh konstruktivisme. Sumbangan penting teori Vygotsky adalah penekanan pada hakekatnya pembelajaran sosiokultural. Inti teori Vygotsky adalah menekankan interaksi antara aspek “internal” dan “eksternal” dari pebelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pebelajaran. Menurut teori Vygotsky, fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing - masing  individu dalam konsep budaya. Vygotsky juga yakin bahwa pembelajaran terjadi saat siswa bekerja menangani tugas - tugas yang belum dipelajari namun tugas- tugas itu berada dalam “zone of proximal development” mereka. Zone of proximal development adalah jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah secara mandiri  dan tingkat kemampuan perkembangan potensial yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu.
Teori Vygotsky yang lain adalah “scaffolding“. Scaffolding adalah memberikan kepada seseorang anak sejumlah besar bantuan selama tahap - tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu mengerjakan sendiri. Bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk, peringatan, dorongan menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri.
Oleh karena itu, menurut teori ini kita sebagai seorang pendidik kita harus mampu menciptakan kelas social dalam pembelajaran. Kelas social disini mengandung makna bahwa seorang guru harus mampu menciptakan kelas yang bisa menciptakan suatu proses interaksi baik antar guru dengan murid atau murid dengan murid. Sehingga permasalahan-permasalahan yang ada dalam kegiatan pembelajaran dapat diselesaikan dengan memunculkan strategi-strategi baru dalam kegiatan pembelajaran dan strategi tersebut didapat dari hasil interaksi itu. Serta penemuan suatu konsep-konsep baru atau konsep yang menjadi tujuan utama dari pembelajaran dapat segera ditemukan oleh adanya interaksi sosial tersebut.
3. Teori belajar Ausubel
Ausubel (dalam Dahar:1988:137) mengemukakan bahwa belajar dikatakan bermakna (meaningful) jika informasi yang akan dipelajari peserta didik disusun sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki peserta didik sehingga peserta didik dapat mengaitkan informasi barunya dengan struktur kognitif yang dimilikinya (Ausubel dalam Dahar:1988:142). Serta menghubung-hubungkan antara informasi yang akan diperoleh dengan informasi yang telah telah diperolehnya dilain waktu.
Menurut Ausubel, Novak,dan Hanesian ada dua jenis belajar:
a. Belajar bermakna (meaningful learning)
b. Belajar menghafal (rote learning
Belajar bermakna adalah suatu proses belajar dimana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dipunyai seseorang yang sedang belajar .Belajar bermakna terjadi bila pelajar mencoba menghubungkan fenomena baru dengan konsep yang telah ada sebelumnya. Bila konsep yang cocok dengan fenomena baru itu belum ada maka informasi baru tersebut harus dipelajari secara menghafal. Belajar menghafal ini perlu bila seseoarang memperoleh informasi baru dalam dunia pengetahuan yang sama sekali tidak berhubungan dengan apa yang ia ketahui sebelumnya.
Menurut Ausubel belajar dapat diklasifikasikan kedalam dua dimensi. Dimensi pertama berhubungan dengan cara informasi atau materi pelajaran itu disajikan kepada siswa melalui penerimaan atau penemuan. Selanjutnya dimensi kedua menyangkut bagaimana siswa dapat mengaitkan informasi itu pada struktur kognitif yang telah ada. Jika siswa hanya mencoba menghafalkan informasi baru itu tanpa menghubungkan dengan struktur kognitifnya, maka terjadilah belajar dengan hafalan. Sebaliknya jika siswa menghubungkan atau mengaitkan informasi baru itu dengan struktur kognitifnya maka yang terjadi adalah belajar bermakna.
Dalam kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar, kita sebagai seorang pendidik kita harus bisa merancang kegiatan pembelajaran yang mampu mengantarkan siswa untuk memperoleh informasi yang dapat diterima oleh alat-alat kognisinya. Sehingga siswa tidak akan melakukan pembelajaran/ belajar menghafal tetapi belajar yang bermakna bagi dirinya atau belajar yang bisa direspon oleh alat-alat kognisinya. Penyampaian pelajaran harus selalu mengalami pengembangan dan kolaborasi antar-antar konsep yang dipelajari.
4. Teori Belajar Konstruktivisme
Teori Konstruktivisme juga merupakan bagian dari teori kognitif. Teori konstruktivisme lahir dari ide Piaget dan Vygotsky. Belajar menurut teori ini adalah proses untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata di lapangan. Penekanan teori konstruktivisme bukan pada membangun kualitas kognitif, tetapi lebih pada proses untuk menemukan teori yang dibangun dari realita lapangan, belajar bukanlah proses teknologisasi (robotisasi) bagi siswa, melainkan proses untuk membangun penghayatan terhadap suatu materi yang disampaikan. Konsekuensinya pembelajaran harus mampu memberikan pangalaman nyata kepada peserta didik. Agar siswa cepat memiliki pengetahuan, jika pengetahuan itu dibangun atas dasar realitas yang ada dalam masyarakat. Sehingga model pembelajaran yang dilakukan adalah model pembelajaran secara natural. Dalam teori ini proses belajar tidak hanya menyampaikan materi yang bersifat normative(tekstual) tetapi harus juga menyampaikan materi yang yang bersifat konstektual.
Peran guru dalam pembelajaran menurut teori konstruktivisme adalah sebagi fasilitator atau moderator. Artinya guru bukan satu-satunya sumber belajar yang harus selalu ditirudan segala ucapan dan tindakannya selalu benar, sedangkan murid adalah sosok manusia yang bodoh, yang segala ucapan dan tindakannya tidak selalu dapat dipercaya atau salah. Proses pembelajaran yang seperti ini cenderung menempatkan siswa sebagai sosok manusia yang pasif, statis, dan tidak memiliki kepekaan dalam memahami persoalan. Posisi siswa dalam pembelajaran menurut teori ini adalah siswa yang harus aktif, kreatif, dan kritis.
Paul Suparno Sj (dalam M.Saekhan:2008) menyatakan bahwa model pembelajaran dianggap tepat menurut teori konstruktivisme adalah model pembelajaran yang demokratis dan dialogis. Pembelajaran harus memberikan ruang kebebasan untuk siswa melakukan kritik, memiliki peluang yang luas untuk mengungkapkan idea tau gagasannya, guru tidak memiliki jiwa otoriter dan diktator.
Pembelajaran akan efektif jika didasarkan pada empat komponen dasar antara lain(a) pengetahuan (knowledge) yaitu pembelajaran harus mampu dijadikan sarana untuk tumbuh kembangnya pengetahuan bagi siswa (b) ketrampilan (skill), pembelajaran harus benar-benar memberikan ketrampilan bagi siswa baik ketrampilan kognitif, afektif maupun psikomotorik (c) sifat alamiah (disposisions), proses pembelajaran harus benar-benar berjalan secara alamiah, tanpa adanya paksaan dan tidak semata-mata rutinitas belaka.(d) Perasaan (feeling), perasaan ini bermakna perasaan atau emosi atau kepekaan, pembelajaran harus mampu menumbuhkan kepekaan social terhadap dinamika dan problematika kehidupan masyarakat.
Guru adalah seorang yang bertanggung jawab atas jalannnya suatu proses pembelajaran. Oleh sebab itu sebagai seorang pendidik harus bisa merancanng suatu pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswanya Serta dalam konteks ini guru harus memiliki kesadaran penuh bahwa guna pembelajaran adalah untuk siswa bukan untuk gurunya. Sehingga seorang guru pastinya akan memiliki trik-trik khusus untuk merancang pembelajaran yang bisa membuat siswanya aktif dan selalu antusias untuk mengikuti pelajaran yang ada
5. Teori Belajar pada Masa yang akan Datang
Belajar dan pembelajaran adalah suatu proses yang kan selalu dialami oleh manusia. Akantetapi kemungkinan besar proses pelaksanaan belajar dan pembelajaran akan sangat berbeda dengan masa sekarang. Hal ini dikarenakan manusia adalah makhluk revolusioner yang akan selalu berevolusi dan juga berinovasi. Selain itu faktor lain yang mempengaruhi akan adanya teori belajar adalah faktor kemajuan zaman dan kebutuhan masyarakat di era yang akan datang.
Persaingan di era globalisasi semakin berat menuntut kita sebagai orang yang berkecimpung didunia pendidikan untuk mengadakan suatu inovasi pembelajaran. Era globalisasi akan merubah seluruh tatanan kehidupan manusia. Di era ini juga berlaku hukum persaingan murni, dimana mereka-mereka yang tak mempunyai kemampuan lebih akan tersingkir atau tereliminir. Oleh sebab itu untuk mengantisipasi diri dari persaingan tersebut, kita sebagi seorang guru harus bisa memberikan bekal yang cukup kepada peserta didik supaya mereka bisa bersaing di era globalisasi.
Untuk bisa memberikan modal yang cukup kepada para siswanya, kita harus bisa memberikan suatu inivasi atau perubahan dalam bidang pendidikan baik dari strategi, atau model-model pembelajaran. Daya kreasi dan kemauan untuk berkreatifitas dalam bidang pendidikan sangat diperlukan guna kemajuan pendidikan. Oleh karena itu diharapkan kita mampu menciptakan uatu teori baru, teori yang sesuai dengan kebutuhan zaman.